6.8.14

#Edisi Songket Palembang

keep pict at office LPB_Mitra Bersama Palembang
Kali ini kita akan bahas #Edisi Songket yang dijelaskan dalam postingan yang lalu.(yang belum baca  kllik disini)

Bicara Songket, apa itu songket yuk kita simak dari postingan wikipedia bahwa Songket adalah jenis kain tenunan tradisional Melayu dan Minangkabau di Indonesia, Malaysia, dan Brunei. Songket digolongkan dalam keluarga tenunan brokat. Songket ditenun dengan tangan dengan benang emas dan perak dan pada umumnya dikenakan pada acara-acara resmi. Benang logam metalik yang tertenun berlatar kain menimbulkan efek kemilau cemerlang. (wikipedia)
 Nah readers itu baru pengertian aja, kalo mw tau lagi...!! makanya jangan langsung kllik sana klik sini. yuk simak lagi. 
 Kata songket berasal dari istilah sungkit dalam dan bahasa Indonesia, yang berarti "mengait" atau 
Alat Tenun Songket
"mencungkil". Hal ini berkaitan dengan metode pembuatannya; mengaitkan dan mengambil sejumput kain tenun, dan kemudian menyelipkan benang emas. Selain itu, menurut sementara orang, kata songket juga mungkin berasal dari kata songka, songkok khas Palembang yang dipercaya pertama kalinya kebiasaan menenun dengan benang emas dimulai. Istilah menyongket berarti ‘menenun dengan benang emas dan perak’. Songket adalah kain tenun mewah yang biasanya dikenakan saat kenduri, perayaan atau pesta. Songket dapat dikenakan melilit tubuh seperti sarung, disampirkan di bahu, atau sebagai destar atau tanjak, hiasan ikat kepala. Tanjak adalah semacam topi hiasan kepala yang terbuat dari kain songket yang lazim dipakai oleh sultan dan pangeran serta bangsawan Kesultanan Melayu. Menurut tradisi, kain songket hanya boleh ditenun oleh anak dara atau gadis remaja; akan tetapi kini kaum lelaki pun turut menenun songket.[2] Beberapa kain songket tradisional Sumatra memiliki pola yang mengandung makna tertentu.
bahasa Melayu

 Songket harus melalui delapan peringkat sebelum menjadi sepotong kain dan masih ditenun secara tradisional. Karena penenun biasanya dari desa, tidak mengherankan bahwa motif-motifnya pun dipolakan dengan hewan dan tumbuhan setempat. Motif ini seringkali juga dinamai dengan nama kue khas Melayu seperti serikaya, wajik, dan tepung talam, yang diduga merupakan penganan kegemaran raja.
sumber :wikipedia
nah buat blogers yang penasaran banget yang namanya sejarah songket Sriwijaya bisa kunjungi pages dibawah ini klin disini  sebelum kita bahas songket lebih lanjut lagi blogger jgn lupa ya kasih votinng disebelah postingan ini. itu sangat berarti sekali bagi penulis. ok jgn lupa ya.yukkk lanjuttt..!!!
  Bahan sewet songket ini ditenun secara teliti dengan mengunakan bahan benang Ciri khas songket Palembang terletak pada kehalusan dan keanggunannya sangat menonjol serta motifnya tidak sama dengan motif kain songket daerah lain
Oleh karena itu sewet songket ini dibuat dengan bahan halus dan seni yang tinggi maka harganya cukup mahal. Biasanya dipakai pada waktu tertentu pada saat perayaan perkawinan.
Pakaian songke lengkap yang dikenakan oleh pengaten, biasanya dengan Aesan Gede (kebesaran) Aesan Pengganggon (Paksangko) Aesan. Selendang Mantri Aesan Gandek (Gandik) dan sebagainya.

 pengrajin Songket dipalembang dari  link hasil surfer penulis. 

Macam-macam Kain Songket
Songket benang mas Lepus dan warna-warni
Songket benang mas Lepus Biasa
Songket benang mas Lepus Jando Beraes (Hijau,merah dan Kuning)
Songket benang Jando Penganten (Hijau dan Merah)
Songket benang emas Bungo Inten
Songket benang emas Tretes Midar atau Bidar
Songket benang emas pulir Biru
Songket emas Kembang Siku Hijau
Songket benang emas Bungo Cino
Songket benang Pacik
Songket benang emas Cukitan
sumber :kllik disini


Yuk mulai sekarang kita jaga warisan budaya palembang dari sekarang. nah bagi pembaca yang berminat dengan songket khas palembang.  bisa hubungi penulis disini lewat Comment disini. dijamin penulis bisa datengi satu persatu pengrajin ya atau bisa hubungi langsunng ke e-mail saya : linda_wati62@rocketmail.com.  harga songket bisa kisaran dari 2 juta sampe 10 jutaan.
semoga bermanfaat



Tidak ada komentar: